Berkat kemajuan teknologi yang semakin berkembang, industri bisnis juga terkena dampak yang cukup signifikan. Terutama dalam melakukan strategi pemasaran yang kini berubah menjadi bentuk digital. Meskipun begitu, melalukan pemasaran offline masih menjadi strategi konvensional yang dilakukan oleh sebagai orang. Strategi ini memanfaatkan media promosi cetak salah satunya menggunakan brosur. Flyer atau brosur ini masih menjadi alat promosi yang sering digunakan oleh pelaku usaha.
Dikutip dari digibook.id, hasil riset menyatakan sebanyak 79% pelaku usaha menggunakan flyer dan brosur untuk mempromosikan produk. Dari 74% responden yang melakukan pembelian makanan dan mendapatkan brosur makan, mereka lebih senang menerima brosur dalam bentuk cetak dibandingkan bentuk digital. Keberhasilan penggunaan brosur dan flyer ini tergantung pada dua hal yaitu pesan yang ingin kamu sampaikan dan desain brosur yang menarik.
Desain flyer dan brosur yang kreatif menjadi daya tarik untuk siapa saja yang menerima brosur. Selain itu, agar brosur dapat diterima sesuai dengan sasaran promosi produk, maka kamu perlu memperhatikan di mana tempat menyebarkan brosur tersebut. Pemilihan lokasi ini akan menghasilkan respon penerima yang tinggi dan mampu meningkatkan penjualan. Ada beberapa pendekatan yang perlu kamu lakukan untuk menentukan lokasi penyebaran brosur. Begini penjelasannya:
Ukuran brosur yang ideal adalah ukuran kertas A4 yang dapat dilipat dua atau dilipat tiga. Kecil bukan? Nah untuk memaksimalkan penjualaan, maka penting untuk memuat informasi berupa tulisan atau konten brosur sesingkat mungkin.
Hal itulah yang harus diperhatikan. Bagaimana cara membuat konten atau tulisan yang singkat tetapi dapat memuat informasi yang dapat menarik minat calon pembeli. Jadi, walaupun singkat Anda tetap dapat membuat calon konsumen memahami setiap brosur yang Anda buat.
Jika banyak informasi yang mungkin akan membuat pembaca bingung, ada baiknya Anda mencantumkan informasi lanjutan. Anda dapat mengarahkan calon konsumen untuk menghubungi usaha Anda melalui telepon, email, alamat, ataupun website usaha.
Selain itu, penting untuk memberikan informasi yang relavan terkait di mana lokasi dan alamat usaha, nomor kontak perusahaan, atau produk dan pelayanan apa yang Anda berikan.
2. Mengatur Tulisan yang Tepat
Setelah menentukan konten dan informasi apa yang ingin Anda sampaikan ke dalam brosur, tips selanjutnya adalah bagaimana mengatur tulisan itu dengan tepat agar mudah dibaca.
Beberapa hal terkait mengatur tulisan brosur yang dapat Anda perhatikan sebagai berikut:
Gaya font
Ukuran font
Poin-poin
Text box
Infografis
Dari kelima hal di atas, yang paling penting adalah pemilihan font dan ukuran yang harus dapat terbaca dengan baik. Beberapa font yang populer digunakan untuk desain brosur adalah Times New Roman, Palatino, Georgia, dan Garamond.
3. Berikan Judul yang Menarik
Anda mengklik artikel ini pasti karena judulnya kan? Nah begitu juga dalam pembuatan brosur. Judul adalah kalimat pertama yang akan dibaca orang sesaat setelah menerima brosur. Untuk itu, berikan judul yang menarik dan fantastis yang dapat menarik minat dan perhatian calon konsumen.
Beberapa contoh judul brosur yang menarik seperti:
“Hari-H makin dekat, Ingin Tampil Glowing dalam 5 Hari?”
“Semua dapat gunakan ini, Kerudung Anti Lecek”
4. Berikan Manfaat dan Keuntungan Produk
Selain judul yang menarik, Anda dapat menambahkan beberapa kalimat menarik dalam konten dan tulisan yang Anda buat. Salah satunya adalah dengan menuliskan benefit atau keuntungan dari produk.
Hal itu tentunya menarik dan efektif menarik calon pelanggan untuk mengetahui manfaat apa yang mereka dapatkan ketika menggunakan produk Anda.
Anda juga dapat mencari tahu keunggulan apa yang produk Anda miliki dari kompetitor sebelah. Hal itu untuk membuat konsumen mengetahui perbandingan yang terbaik ketika memilih barang atau produk yang serupa.
5. Periksa Ulang Tulisan dan Konten
Nggak maukan ketika sudah mencetak banyak tetapi ada kesalahan penulisan atau typo atau gambar yang tak terlihat jelas?
Untuk mengatasinya Anda perlu mencetak satu lembar contoh brosur simpel yang Anda buat. Setelah itu mintalah satu atau dua orang untuk mengecek dan memeriksanya kembali. Jika ada kesalahan maka bisa diperbaiki secepatnya.
6. Gunakan Call to Action
Gunakan tips ini untuk membuat calon konsumen potensial yang berniat membeli produknya langsung menghubungi nomor telepon usaha Anda. Nggak inginkan calon konsumen hanya membaca tanpa action lanjutan?
Nah, Anda dapat menggunakan call to action dengan mencantumkan kata-kata seperti, “Pesan Sekarang Juga!”, “Daftar Sekarang Juga!”, atau “Jangan Sampai Kehabisan, Telpon Sekarang!”. Hal ini dapat membuat konsumen yakin untuk menghubungi telepon Anda dan melakukan pembelian atau penawaran lebih lanjut.
7. Berikan Penawaran Spesial
Untuk menarik minat konsumen, Anda dapat memberikan penawaran spesial seperti diskon atau cashback kepada calon konsumen. Selain itu, Anda dapat menonjolkannya dalam desain yang Anda buat, lho!
Tentunya tulisan ‘diskon’ dengan highlight yang menarik dapat membuat calon konsumen tak ragu membeli produk Anda saat itu juga.
8. Mengetahui Audience
Hal ini penting untuk mengetahui di mana Anda akan menyebar brosur yang telah Anda buat. Sudah buat desain dan brosur yang menarik tapi salah menyebar brosur, ya sudah pasti, tidak akan ada calon konsumen yang datang.
Anda perlu melakukan riset dan menentukan siapa saja target konsumen dari produk yang Anda jual. Hal itu mengurangi berbagai kerugian yang telah Anda lakukan saat dari awal membuat brosur.
9. Tampilkan Testimonial Pelanggan
Salah satu cara efektif lain dalam pembuatan brosur makanan yaitu dengan memberikan testimoni dari pelanggan setia Anda. Hal itu tentunya akan menarik minat calon konsumen ketika mengetahui pendapat dan tanggapan konsumen setia Anda ketika menggunakan produk.
Pastikan testimoni tersebut ditulis dengan jelas, profesional dan tepat sesuai produk yang Anda pasarkan. Jadi ketika calon konsumen membacanya, mereka akan tertarik untuk membeli produk tersebut.
10. “Put Yourself in Your Customer’s Shoes.”
Pernah denger idiom atau ungkapan di atas? Jadi walaupun Anda memang berniat untuk menjual produk Anda, tapi tetap harus menempatkan diri Anda dalam posisi pelanggan. Hal itu untuk lebih mengetahui informasi apa yang calon konsumen butuhkan.
Tentunya informasi itu sesuai dengan produk yang Anda jual. Menjual dengan halus dan juga sesimple mungkin.
